RESENSI NOVEL TERE LIYE “DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN”. Desember 10, 2014 Resensi, Buku, Kepenulisan. Judul : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Pengarang : Tere Liye. Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama. Cetakan : cetakan keempat Mei 2011. Halaman : 264 halaman. ISBN : 978-979-22-5780-9.
Selain novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tere Liye juga sudah merilis sebuah buku yang berjudul “Hafalan Sholat Delisa” yang membuat pembaca seakan masuk ke dunia fiksi dan seakan ikut berperan dalam cerita tersebut. Tere Liye telah menghasilkan 14 buah novel best seller, diantaranya: Kisah Sang Penandai. Ayahku (Bukan
Jumlah halaman : 236 hlm. ISBN : 978-979-780-948-5. Setelah sukses dengan buku motivasi nya bertajuk Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta, penulis Alvi Syahrin kini menerbitkan karya selanjutnya yang diberi judul Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa. Buku terbarunya itu rilis pada bulan November, 2019 dan cetakan kedua rilis seteah 5 hari cetakan
Surakarta, Mei 2013 Yang membuat pernyataan, Umi Laely Lutfiana commit to user ii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Oleh: UMI LAELY LUTFIANA K1209069 Skripsi diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan, Program Pendidikan
Mengenal Tokoh Utama: Wanita yang Merasakan Emosi Angin. Novel “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” memperkenalkan pembaca pada tokoh utama yang mempunyai kemampuan unik dalam merasakan emosi angin. Wanita muda ini memiliki koneksi yang kuat dengan alam dan mampu membaca perubahan suasana hati angin melalui daun-daun yang jatuh.
Alur yang menarik membuat pembaca selalu merasa penasaran dan ingin terus membacanya Resensi Novel: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Halaman 2 - Kompasiana.com Mohon tunggu
.
resensi novel daun yang jatuh